PRINSIP
DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Desain dalam
pengembangan multimedia pembelajaran
merupakan suatu hal
yang sangat penting
untuk dilakukan. Menarik
tidaknya suatu produk
yang dihasilkan dapat
dilihat dari desain
produk yang dibuat.
Teori-teori belajar telah berusaha
menjelaskan bagaimana peristiwa belajar terjadi, dan prinsip-prinsip dari teori-teori belajar
digunakan untuk menghasilkan
pembelajaran yang lebih
baik. Misalnya, teori
belajar behavioral yang
juga dikenal dengan
Skinnerian atau psikologi
stimulus-respon, yang berpandangan
bahwa hasil belajar
berasal dari pasangan stimulus-respon. Konsep kunci
dari teori ini
adalah adanya reinforcement (penguatan).
Sementara itu teori
belajar kognitif mengungkapkan bagaimana kita memperoleh
informasi, bagaimana informasi yang kita peroleh di sajikan dan ditransformasi
menjadi pengetahuan, bagaimana pengetahuan tersebut disimpan, dan bagaimana pengetahuan
tersebut digunakan. Teori kognitif banyak memusatkan perhatiannya pada konsepsi
bahwa perolehan dan retensi pengetahuan baru merupakan fungsi dari struktur
kognitif yang dimiliki siswa.
Salah satu ciri media pembelajaran adalah bahwa media mengandung dan membawa pesan atau informasi kepada penerima yaitu siswa. Sebagian media dapat mengolah pesan dan respons siswa sehingga media itu sering disebut media interaktif. Pesan dan informasi yang dibawa oleh media bisa berupa pesan yang sederhana dan bisa pula pesan yang amat kompleks. Akan tetapi, yang terpenting adalah media itu disiapkan untuk memenuhi kebutuhan belajar dan kemampuan siswa, serta siswa dapat aktif berpartisipasi dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, perlu dirancang dan dikembangkan lingkungan pembelajaran yang interaktif yang dapat menjawab dan memnuhi kebutuhan belajar perorangan dengan menyiapkan kegiatan pembelajaran dengan medianya yang efektif guna menjamin terjadinya pembelajaran.
Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada setiap kegiatan belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. Dengan demikian, penggunaan media harus dipandang dari sudut kebutuhan siswa. Hal ini perlu ditekankan sebab sering media dipersiapkan hanya dilihat dari sudut kepentingan guru. Contohnya, oleh karena guru kurang menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, maka guru persiapkan media OHT, dan oleh sebab OHT digunakan untuk kepentingan guru, maka transparansi tidak didesain dengan menggunakan prinsip-prinsip media pembelajaran, melainkan seluruh pesan yang ingin disampaikan dituliskan pada transparan hingga menyerupai Koran (Arisandi, 2011).
Prinsip-prinsip dari teori belajar tersebut dapat digunakan
untuk merancang multimedia pembelajaran
sebagaimana dinyatakan oleh
Hannafin & Peck (1988: 46 – 49), yaitu:Salah satu ciri media pembelajaran adalah bahwa media mengandung dan membawa pesan atau informasi kepada penerima yaitu siswa. Sebagian media dapat mengolah pesan dan respons siswa sehingga media itu sering disebut media interaktif. Pesan dan informasi yang dibawa oleh media bisa berupa pesan yang sederhana dan bisa pula pesan yang amat kompleks. Akan tetapi, yang terpenting adalah media itu disiapkan untuk memenuhi kebutuhan belajar dan kemampuan siswa, serta siswa dapat aktif berpartisipasi dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, perlu dirancang dan dikembangkan lingkungan pembelajaran yang interaktif yang dapat menjawab dan memnuhi kebutuhan belajar perorangan dengan menyiapkan kegiatan pembelajaran dengan medianya yang efektif guna menjamin terjadinya pembelajaran.
Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada setiap kegiatan belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. Dengan demikian, penggunaan media harus dipandang dari sudut kebutuhan siswa. Hal ini perlu ditekankan sebab sering media dipersiapkan hanya dilihat dari sudut kepentingan guru. Contohnya, oleh karena guru kurang menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, maka guru persiapkan media OHT, dan oleh sebab OHT digunakan untuk kepentingan guru, maka transparansi tidak didesain dengan menggunakan prinsip-prinsip media pembelajaran, melainkan seluruh pesan yang ingin disampaikan dituliskan pada transparan hingga menyerupai Koran (Arisandi, 2011).
Ada 9 (Sembilan)
prinsip media pembelajaran antara lain, yaitu :
1.
Tidak ada suatu media yang terbaik untuk
mencapai semua tujuan pembelajaran.
2.
Penggunaan media harus didasarkan pada
tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Dengan demikian pemanfaatan media
pembelajaran harus menjadi bagian integral dari penyajian pelajaran.
3.
Penggunaan media pembelajaran harus
mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi pelajaran
yang disajikan.
4.
Penggunaan media pembelajaran harus
disesuaikan dengan bentuk kegiatan belajar yang akan dilaksanakan seperti
belajar klasikal, kelompok kecil, belajar secara individual, dan belajar
mandiri.
5.
Guru hendaknya kenal betul dengan alat
yang akan digunakan. Penggunaan media harus disertai persiapan yang cukup
seperti mempreview media yang akan dipakai, mempersiapkan peralatan yang
dibutuhkan.
6.
Penggunaan media harus diusahakan agar
senantiasa melibatkan partisipasi aktif peserta.
7.
Media yang digunakan hendaknya dipilih
secara objektif, tidak didasarkan atas kesenangan pribadi.
8.
Aneka ragam media
9.
Kepraktisan dan ketersediaan media.
1)
Contiguity
Prinsip ini
menyatakan bahwa stimulus
yang direspon siswa
harus dalam waktu
dan respon yang
diinginkan. Stimulus dan
respon harus secepatnya, tanpa penundaan waktu.
2)
Repetition
Prinsip ini
menekankan bahwa pengulangan dari pola stimulus-respon memperkuat belajar dan meningkatkan daya ingat, untuk itu stimulus dan respon harus
dipraktikkan.
3)
Feedback
and reinforcement
Umpan balik memungkinkan
siswa mengetahui hasil, apakah benar atau salah. Dalam hal ini umpan balik dapat berfungsi sebagai penguatan.
4)
Prompting
and fading
Istilah prompting
dan fading merujuk kepada proses pemberian beberapa stimulus untuk membentuk
respon yang diinginkan.
5)
Orientation
and recall
Belajar
mencakup sintesis pengetahuan awal yang harus dipanggil untuk mengaktifkan memori.
Orientasi terhadap keterampilan atau informasi awal
cenderung memperbaiki kemungkinan
terjadinya proses belajar.
6)
Intellectual
skills
Intellectual skills yaitu
bahwa belajar difasilitasi
dengan penggunaan proses dan
strategi yang telah ada. Dalam hal ini siswa menggunakan metode belajar yang
telah dimiliki untuk mempelajari
informasi baru dan memperbaiki
proses belajar.
7)
Individualization
Belajar akan lebih
efektif jika pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan individu siswa.
8)
Academic
learning time
Dalam hal ini
didefinisikan sebagai waktu selama siswa terlibat dalam aktivitas belajar.
Jika waktu yang
tersedia dan minat
siswa untuk belajar bertambah maka akan diperoleh hasil belajar yang
lebih baik.
9)
Affective
consideration
Jika siswa
belajar dan merasa berhasil, maka mereka akan belajar lagi. Motivasi dan
sikap mempengaruhi kemungkinan
tercapainya tujuan belajar.
Menurut Richard
E. Mayer (2001)
memaparkan bahwa prinsip-prinsip multimedia pembelajaran diantaranya
adalah sebagai berikut:
a.
Prinsip
Multimedia (Multimedia Principle)
Pada prinsip
multimedia berarti menggunakan lebih dari satu media.Yang dimaksudkan adalah menyajikan isi materi
dengan penjelasan kata-kata disertai
dengan gambar-gambar bisa menghasilkan pembelajaran
lebih baik daripada menyajikan dengan kata-kata saja.
b.
Prinsip
Keterdekatan Ruang (Spatial Contiguity Principle)
Posisi gambar
dan penjelasan saling berdekatan pada satu layar akan lebih membuat siswa lebih
cepat paham daripada yang tidak berada pada satu layar.
c.
Prinsip
Keterdekatan Waktu (Temporal Contiguity Principle)
Pada kalimat
tersebut berarti siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar
yang terkait disajikan secara simultan (bersamaan) daripada bergantian.
d.
Prinsip
Koherensi (Coherence Principle)
Prinsip koherensi
yang dimaksudkan adalah
relevansi kata, gambar
dan suara serta tidak berlebihan.
e.
Prinsip
Redundansi (Reduddancy Principle)
Yang dimaksud
prinsip redundansi adalah siswa bisa belajar lebih baik jika animasi dan
narasi saja dipadukan daripada animasi dan
narasi masih disertai dengan teks, karena akan membuat
memori penghafalan penuh.
f.
Prinsip
Sinyal (Signaling Principle)
Pada prinsip
sinyal materi disertai penekanan yang
relevan. Bisa menggunakan warna, animasi
dan lain-lain untuk
menunjukkan penekanan, highlightatau
pusat perhatian (focus of interest).
Sumber:
http://test.elearning-ambarsrilestari.web.id/wp-content/uploads/2016/01/Desain-Multimedia.pdf
http://ulfadwiyuliawati.blogspot.co.id/2016/01/makalah-prinsip-prinsip-penggunaan.html
http://ulfadwiyuliawati.blogspot.co.id/2016/01/makalah-prinsip-prinsip-penggunaan.html
jelaskan menurut anda Multimedia yang seperti apa yang cocok digunakan dalam pembelajaran di indonesia ?
BalasHapusDalam hal ini guru haruslah pandai dalam memilih media apa yang sesuai dan cocok digunakan untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Untuk itu beberapa faktor dan kriteria yang perlu diperhatikan oleh guru dalam memilih dan menggunakan media, diantaranya :
Hapus1. Faktor tujuan.
Media dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan/ dirumuskan
2. Faktor Efektifitas.
Dari berbagai media yang ada, haruslah dipilih media yang paling efektif untuk digunakan dan paling tepat/sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan
3. Faktor kemampuan guru dan siswa.
Media yang dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan kemampuan yang ada pada guru dan siswa, sesuai dengan pola belajar serta menarik perhatian
4. Faktor fleksibilitas (Kelenturan), tahan lama dengan kenyataan.
Dalam memilih media haruslah dipertimbangkan kelenturan dalam arti dapat digunakan dalam berbagai situasi, tahan lama (tidak sekali pakai langsung dibuang), menghemat biaya dan tidak berbahaya sewaktu digunakan.
5. Faktor kesediaan media.
Sekolah tidak sama dalam menyediakan berbagai media yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar mengajar. Hal ini sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing sekolah. Misalnya guru membuat sensiri, membuat bersama-sama siswa, membeli, menyewa, dll
6. Faktor kesesuaian antara manfaat dan biaya.
Dalam memilih media haruslah dipertimbangkan apakah biaya pengadaannya sesuai dengan manfaat yang didapatkan
7. Faktor kualitas dan tehnik.
Dalam pengadaan media, seorang guru harus mempertimbangkan kualitas dari media tersebut, tidak sekedar bisa dipakai. Media yang bernutu/berkualitas bisa tahan lama (tidak mudah rusak), dan sewaktu-waktu digunakan lagi tidak harus mengusahakan yang baru.
8. Objektifitas.
Metode dipilih bukan atas kesenangan atau kebutuhan guru, melainkan keperluan sistem belajar. Karena itu perlu masukan dari siswa.
9. Program pengajaran
Program pengajaran yang akan disampaikan kepada anak didik harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik menyangkut isi, struktur maupun kedalaman.
10. Sasaran program
Media yang akan digunakan harus dilihat kesesuaiannya dengan tingkat pekembangan anak didik, baik dari segi bahasa, simbol-simbol yang digunakan, cara dan kecepatan maupun waktu penggunaannya.
contohnya poster, bagan, flipchart, grafik, media foto, Overhead Projector, dll
jelaskan beserta contoh mengenai Contiguity
BalasHapusMenurut Hitipeuw (2009:17) contiguity dapat diartikan sebagai satu rangkaian peristiwa-peristiwa atau hal-hal atau benda-benda yang terus saling terkait satu dengan lainnya. Contiguity dapat juga diartikan sebagai satu kumpulan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling kontak secara fisik sehingga sulit memisahkannya karena antar bagian-bagiannya telah menyatu. Sebagai contohnya Propinsi Jawa Timur (satu kumpulan) terdiri dari kota dan kabupaten (bagian-bagian) namun secara fisik mereka tidak terbagi-bagi atau terpisah tetapi saling berhubungan.
HapusContiguity merujuk pada munculnya respon yang segera mengikuti stimulus karena adanya kedekatan simultan (Hitipeuw, 2009:17). Hubungan antara stimulus dan respon bisa terjadi karena keduanya sangat dekat baik dari segi tempo maupun lokasi.
Menurut Hitipeuw (2009:20) assocition (asosiasi) dalam contiguity adalah suatu prinsip bahwa ide-ide, memori, ataupun pengalaman-pengalaman akan terhubung satu dengan lainnya bila kejadiannya sering bersama-sama dengan yang lain.
Bagaimana cara anda membuat multimedia sehingga dapat menarik minat dan perhatian siswa yang memiliki karakteristik berbeda-beda dengan memperhatikan prinsip koherensi?
BalasHapusKeadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidaklah efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif maka pembelajaran tersebut tidak ubahnya seperti bermain biasa (Muslim, 2001). Muslim (2001) mengemukakan pengertian PAKEM dari dua dimensi yaitu dimensi guru dan dimensi siswa.
Hapus1. Dari dimensi guru:
dalam proses belajar mengajar guru aktif dalam memantau kegiatan belajar siswa, memberi umpan balik, mengajukan pertanyaan yang menantang, mempertanyakan gagasan siswa,
guru harus kreatif dalam mengembangkan kegiatan yang beragam, membuat alat bantu atau media pembelajaran,
pembelajaran efektif jika guru dapat mencapai tujuan pembelajaran,
agar pembelajaran menyenangkan guru harus bisa mengemas materi agar lebih mudah dipahami siswa, menggunakan metode pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan materi untuk menarik perhatian siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
2. Dari dimensi siswa:
siswa harus aktif dalam bertanya, mengemukakan gagasan, mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya,
siswa kreatif dalam menulis /merangkum, merancang atau membuat sesuatu dan menemuakan seseatu yang baru bagi diri siswa,
keefektifan siswa bisa dilihat dari penguasaan ketrampilan yang dibutuhkan oleh siswa,
pembelajaran yang menyenangkan dapat membuat siswa berani mencoba atau berbuat, berani bertanya, berani mengemukakan gagasan, berani mempertanyakan gagasan orang lain.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusmenganai Affective dimana jika siswa sudah merasa belajarnya berhasil maka akan timbul rasa ingin belajar lebih lagi yang mana diperlukan motivasi dan sikap siswa tersebut. motivasi dan sikap yang bagaimana yang dimaksud disini padahal terkadang siswa langsung merasa puas dengan keberhasilan belajarnya??
BalasHapus
HapusMenurut WS. Winkel (1983:27) motivasi belajar siswa merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual, peranannya yang khas adalah gairah atau semangat belajar, sehingga seorang siswa yang bermotivasi kuat, dia akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. Dengan demikian, siswa yang mempunyai motivasi kuat, dia akan mempunyai semangat dan gairah belajar yang tinggi, dan pada gilirannya akan dapat mencapai prestasi belajar yang tinggi.
Seorang siswa belajar karena didorong oleh kekuatan mentalnya, kekuatan mental itu berupa keinginan, perhatian, kemauan, atau cita-cita, dan kekuatan mental tersebut, dapat tergolong rendah dan tinggi. Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar. Dalam motivasi tergantung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilaku belajar. Setidaknya ada dua komponen utama dalam motivasi, yaitu kebutuhan, dorongan dan tujuan.
Siswa yang termotivasi, ia akan membuat reaksi-reaksi yang mengarahkan dirinya kepada usaha mencapai tujuan dan akan mengurangi ketegangan yang ditimbulkan oleh tenaga di dalam dirinya. Dengan kata lain, motivasi memimpin dirinya ke arah reaksi-reaksi mencapai tujuan, misalnya untuk dapat dihargai dan diakui oleh orang lain.
Faktor yang berasal dari luar individu yang berpengaruh terhadap seorang siswa dalam belajar, di antaranya adalah pengaruh dari orang tua. Orang tua, merupakan orang yang pertama kali mendidik anaknya sebelum anak tersebut mendapat pendidikan dari orang lain. Demikian juga dengan hal pemenuhan kebutuhan rohani (intrinsik) dan jasmani (ekstrinsik) bagi seorang anak, maka orang tualah yang bertanggungjawab pertama kali.
Apakah prinsip-prinsip yang anda jelaskan tersebut saling berkorelai/berhubungan? Apakah prinip tersebut harus diterapkan seluruhnya
BalasHapusmenurut saya iya, jika salah satu prinsip saja tidak terpenuhi maka tidak akan berlangsung pembelajaran yang baik dan bermakna
HapusDari prinsip-prinsip yang telah dijelasskan, adakah prinsip yang sulit untuk diterapkan? dan bahgaimana jika salah satu prinsip tersebut tidak dapat diterapkan?
BalasHapus8. Prinsip Perbedaan Individual
HapusSebelum guru menentukan strategi pembelajaran, metode, dan teknik guru terlebih dahulu memahami karakteristik siswa dengan baik. Dari keberagaman faktor ,seperti sikap siswa, kemampuan dan gaya belajar,pengetahuan serta kemampuannya dan konteks pembelajaran merupakan komponen yang memberikandampak sangat penting terhadap apa yang sesungguhnya harus siswa pelajari (Killen,1998: 5)
Dalam pandangan DePorter dan Hernacki (2001: 17) terdapat tiga karakteristik atau modalitas belajar siswa yang perlu diketahui oleh setiap pendidik dalam proses pembelajaran yaitu:
Visual, yaitu karakter yang cenderung menyukai belajar media gambar secara langsung otak akan mentransfer apa yang ada dalam gambar tersebut untuk diterjemahkan.dan lebih suka melihat peta dari pada mendengar penjelasan.
Auditorial, yaitu karakter yang cenderung menyukai cara belajar melalui suara atau melihat orang berbicara dan tidak menyukai membaca buku.
Kinestetik, yaitu karakter yang cenderung cara belajar melalui gerakan anggota badan, cara berfikir lebih baik dengan bergerak dan sulit untk diam.
Para prinsip ini, guru didorong untuk menggali keunikan, karakteristik, dan potensi yang dimiliki oleh siswa dalam rangka menumbuhkembangkan rasa percaya diri dan berperan aktif selama pembelajaran berlangsung.
jika salah satu prinsip tersebut tidak dapat diterapkan, maka pembelajaran tidak berlangsung baik dan tidak dapat mencapai tujuan secara sempurna
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussaya kan menjawab pertanyaan listya :
BalasHapustidak, karena bisa saja suatu multimedia hanya menggunakan 1 atau 2 prinsip.
terimakasih atas jawabannya
Hapusapakah prinsip yang ada bisa menggambarkan seberapa efektifnya multimedia yang dibuat untuk pembelajaran?
BalasHapus2. Prinsip Transfer dan Retensi
HapusBerkaitan dengan proses transfer dan retensi terdapat beberapa prinsip yaitu;
Tujuan belajar dan daya ingat dapat menguasai retensi.
Bahan yang bermakna bagi pelajar dapat diserap lebih baik.
Retensi seseorang dipengaruhi oleh kondisi psikis dan fisik dimana proses belajar itu terjadi.
Latihan yang terbagi-bagi memungkinkan retensi yang lebih baik.
Penelaahan bahan-bahan factual, keterampilan dan konsep dapat meningkatkan retensi.
Proses belajar cenderung terjadi bila kegiatan-kegiatan yang dilakukan dapat memberikan hasil yang memuaskan.
Proses saling mempengaruhi dalam belajar akan terjadi bila bahan baru sama dipelajari mengikuti bahan yang lalu.
Pengetahuan tentang konsep, prinsip dan menganalisasi dapat diserap dengan baik dan dapat diterapkan lebih berhasil dengan cara menghubungkanpenerapan prinsip yang dipelajari dengan memberikan ilustrasi unsure e-unsur yang serupa.
Transfer hasil belajar dalam situasi baru dapat lebih mendapat kemudahan bila hubungan-hubungan yang bermanfaat dalam situasi yang khas dan dalam situasi yang agak sama dapat diciptakan.
Tahap akhir proses belajar seharusnya memasukkan usaha untuk menarik generalisasi, yang pada gilirannya nanti dapat lebih memperkuat retensi dan transfer.
Konsep kunci dari teori ini adalah adanya reinforcement, apa maksud dari reinforcement itu?
BalasHapusMenurut Wasty Soemanto (2006:129) yang dimaksud dengan pemberian penguatan (reinforcement) adalah suatu respon positif dari guru kepada siswa yang telah melakukan suatu perbuatan yang baik atau berprestasi. Pemberian penguatan (reinforcement) ini dilakukan oleh guru dengan tujuan agar siswa dapat lebih giat berpartisipasi dalam interaksi belajar mengajar dan mengajar dan siswa agar mengulangi lagi perbuatan yang baik itu.
HapusMenurut Moh. Uzer Usman (1990 : 80) penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respon, apakah bersifat verbal ataupun nonverbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik (feet back) bagi sipenerima (siswa) atas perbuatannya sebagai suatu tindakan dorongan ataupun koreksi. Penguatan dikatakan juga sebagai respon terhadap tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya tingkah laku tersebut. Tindakan tersebut dimaksudkan untuk mengganjar atau membesarkan hati siswa agar mereka lebih giat berpartisipasi untuk interaksi dalam belajar mengajar.
Menurut Skinner (J.W. Santrock, 2007: 272) unsur yang terpenting dalam belajar adalah adanya penguatan (reinforcement ) dan hukuman (punishment).Penguatan dan Hukuman. Penguatan (reinforcement) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. Sebaliknya, hukuman (punishment) adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku.
bisa anda jelaskan media seperti apakah yang cocok untuk salah satu prinsip e-learning yang sesuai ?
BalasHapusBerikut adalah beberapa manfaat penggunaan teknologi informasi : (a) arus informasi tetap mengalir setiap waktu tanpa ada batasan waktu dan tempat (b)kemudahan mendapatkan resource yang lengkap (c) aktifitas pembelajaran pelajar meningkat (d) daya tampung meningkat (e) adanya standardisasi pembelajaran (f)meningkatkan learning outcomes baik kuantitas/kualitas. Peran media internet (tentu saja media komputer yang menjadi perangkat utamanya) semakin meningkat pesat dari waktu ke waktu. Maka diperkirakan mesin jenius ini akan menjadi kebutuhan dominan yang tak terlupakan dalam kehidupan manusia pada masa-masa mendatang. Di dunia serba digital saat ini, internet bagi manusia, meluncur dan tumbuh subur menjadi sebuah kebutuhan. Internet memang memudahkan pelajar mendapatkan segala informasi yang berhubungan dengan dunia pendidikan (pelajaran). Tapi pada internet juga terdapat liang raksasa, bagai rahang yang akan mengunyah para pelajar dengan situs-situs pornografi, kekerasan, dan hal-hal negatif lainnya. Meskipun dalam diri mereka terjadi tarik menarik yang dahsyat antara kepentingan yang baik (positif) dengan buruk (negatif). Namun pada akhirnya, kekuatan negatif cenderung lebih bertaring untuk mencengkram cara berpikir dan berprilaku para remaja tersebut. Maka untuk menghempangnya (paling tidak untuk meminimalisirnya), usaha untuk memaksimalkan manfaat internet sebagai media pendidikan harus lebih dilakukan. Harus, dan harus! Apalagi muaranya, hendak meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mutu pendidik dan anak didik.
HapusPada prinsip sinyal materi disertai penekanan yang relevan. penekanan relevan seperti apa ?
BalasHapusPada prinsip sinyal materi disertai penekanan yang relevan. Bisa menggunakan warna, animasi dan lain - lain untuk menunjukkan penekanan,
Hapushighlight atau pusat perhatian (focus of interest).