Langsung ke konten utama

PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN



PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Desain  dalam  pengembangan  multimedia  pembelajaran  merupakan  suatu  hal  yang  sangat  penting  untuk  dilakukan.  Menarik  tidaknya  suatu  produk  yang  dihasilkan  dapat  dilihat  dari  desain  produk  yang  dibuat.  Teori-teori  belajar  telah  berusaha menjelaskan bagaimana peristiwa belajar terjadi, dan prinsip-prinsip dari teori-teori  belajar  digunakan  untuk  menghasilkan  pembelajaran  yang  lebih  baik.  Misalnya,  teori  belajar  behavioral  yang  juga  dikenal  dengan  Skinnerian  atau  psikologi  stimulus-respon,  yang  berpandangan  bahwa  hasil  belajar  berasal  dari  pasangan   stimulus-respon. Konsep   kunci   dari   teori   ini   adalah   adanya   reinforcement  (penguatan).  Sementara  itu  teori  belajar  kognitif  mengungkapkan bagaimana kita memperoleh informasi, bagaimana informasi yang kita peroleh di sajikan dan ditransformasi menjadi pengetahuan, bagaimana pengetahuan tersebut disimpan, dan bagaimana pengetahuan tersebut digunakan. Teori kognitif banyak memusatkan perhatiannya pada konsepsi bahwa perolehan dan retensi pengetahuan baru merupakan fungsi dari struktur kognitif yang dimiliki siswa. 
Salah satu ciri media pembelajaran adalah bahwa media mengandung dan membawa pesan atau informasi kepada penerima yaitu siswa. Sebagian media dapat mengolah pesan dan respons siswa sehingga media itu sering disebut media interaktif. Pesan dan informasi yang dibawa oleh media bisa berupa pesan yang sederhana dan bisa pula pesan yang amat kompleks. Akan tetapi, yang terpenting adalah media itu disiapkan untuk memenuhi kebutuhan belajar dan kemampuan siswa, serta siswa dapat aktif berpartisipasi dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, perlu dirancang dan dikembangkan lingkungan pembelajaran yang interaktif yang dapat menjawab dan memnuhi kebutuhan belajar perorangan dengan menyiapkan kegiatan pembelajaran dengan medianya yang efektif guna menjamin terjadinya pembelajaran.   
Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada setiap kegiatan belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. Dengan demikian, penggunaan media harus dipandang dari sudut kebutuhan siswa. Hal ini perlu ditekankan sebab sering media dipersiapkan hanya dilihat dari sudut kepentingan guru. Contohnya, oleh karena guru kurang menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, maka guru persiapkan media OHT, dan oleh sebab OHT digunakan untuk kepentingan guru, maka transparansi tidak didesain dengan menggunakan prinsip-prinsip media pembelajaran, melainkan seluruh pesan yang ingin disampaikan dituliskan pada transparan hingga menyerupai Koran (Arisandi, 2011). 
Ada 9 (Sembilan) prinsip media pembelajaran antara lain, yaitu :
1.        Tidak ada suatu media yang terbaik untuk mencapai semua tujuan pembelajaran.
2.        Penggunaan media harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Dengan demikian pemanfaatan media pembelajaran harus menjadi bagian integral dari penyajian pelajaran.
3.        Penggunaan media pembelajaran harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan.
4.        Penggunaan media pembelajaran harus disesuaikan dengan bentuk kegiatan belajar yang akan dilaksanakan seperti belajar klasikal, kelompok kecil, belajar secara individual, dan belajar mandiri.
5.        Guru hendaknya kenal betul dengan alat yang akan digunakan. Penggunaan media harus disertai persiapan yang cukup seperti mempreview media yang akan dipakai, mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan.
6.        Penggunaan media harus diusahakan agar senantiasa melibatkan partisipasi aktif peserta.
7.        Media yang digunakan hendaknya dipilih secara objektif, tidak didasarkan atas kesenangan pribadi.
8.        Aneka ragam media
9.        Kepraktisan dan ketersediaan media.
 Prinsip-prinsip dari teori belajar tersebut dapat digunakan untuk merancang multimedia pembelajaran  sebagaimana  dinyatakan  oleh  Hannafin  &  Peck (1988: 46 – 49), yaitu:

1)      Contiguity
Prinsip  ini  menyatakan  bahwa  stimulus  yang  direspon  siswa  harus  dalam  waktu  dan  respon  yang  diinginkan.  Stimulus  dan  respon  harus  secepatnya, tanpa penundaan waktu.
2)      Repetition
Prinsip ini menekankan bahwa pengulangan dari pola stimulus-respon memperkuat belajar dan  meningkatkan daya ingat,  untuk itu stimulus dan respon harus dipraktikkan.   
3)      Feedback and reinforcement
Umpan balik memungkinkan siswa mengetahui hasil, apakah benar atau salah. Dalam hal   ini umpan balik dapat berfungsi sebagai penguatan.
4)      Prompting and fading
Istilah prompting dan fading merujuk kepada proses pemberian beberapa stimulus untuk membentuk respon yang diinginkan.
5)      Orientation and recall
Belajar mencakup sintesis pengetahuan awal yang harus dipanggil untuk mengaktifkan  memori.  Orientasi  terhadap  keterampilan atau informasi   awal   cenderung   memperbaiki   kemungkinan   terjadinya  proses belajar.  
6)      Intellectual skills
Intellectual  skills yaitu  bahwa  belajar  difasilitasi  dengan  penggunaan proses dan strategi yang telah ada. Dalam hal ini siswa menggunakan metode belajar yang telah dimiliki untuk mempelajari  informasi  baru dan memperbaiki proses belajar.
7)      Individualization
Belajar akan lebih efektif jika pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan individu siswa.  
8)      Academic learning time
Dalam hal ini didefinisikan sebagai waktu selama siswa terlibat dalam aktivitas  belajar.  Jika  waktu  yang  tersedia  dan  minat  siswa untuk belajar bertambah maka akan diperoleh hasil belajar yang lebih baik.
9)      Affective consideration
Jika siswa belajar dan merasa berhasil, maka mereka akan belajar lagi. Motivasi  dan  sikap  mempengaruhi  kemungkinan  tercapainya tujuan belajar.

Menurut  Richard  E.  Mayer  (2001)  memaparkan  bahwa  prinsip-prinsip multimedia pembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut:
a.       Prinsip Multimedia (Multimedia Principle)
Pada prinsip multimedia berarti menggunakan lebih dari satu media.Yang dimaksudkan  adalah menyajikan isi  materi  dengan penjelasan  kata-kata disertai dengan gambar-gambar  bisa menghasilkan  pembelajaran  lebih  baik  daripada menyajikan dengan kata-kata saja.
b.      Prinsip Keterdekatan Ruang (Spatial Contiguity Principle)
Posisi gambar dan penjelasan saling berdekatan pada satu layar akan lebih membuat siswa lebih cepat paham daripada yang tidak berada pada satu layar.
c.       Prinsip Keterdekatan Waktu (Temporal Contiguity Principle)
Pada kalimat tersebut berarti siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar yang terkait disajikan secara simultan (bersamaan) daripada bergantian.
d.      Prinsip Koherensi (Coherence Principle)
Prinsip  koherensi  yang  dimaksudkan  adalah  relevansi  kata,  gambar  dan suara serta tidak berlebihan.
e.      Prinsip Redundansi (Reduddancy Principle)
Yang dimaksud prinsip redundansi adalah siswa bisa belajar lebih baik jika animasi  dan  narasi saja  dipadukan daripada animasi  dan  narasi  masih  disertai dengan teks, karena akan membuat memori penghafalan penuh.
f.        Prinsip Sinyal  (Signaling Principle)
Pada   prinsip   sinyal   materi   disertai penekanan   yang   relevan.   Bisa menggunakan warna,  animasi  dan  lain-lain  untuk  menunjukkan  penekanan, highlightatau pusat perhatian (focus of interest).

Sumber:
http://test.elearning-ambarsrilestari.web.id/wp-content/uploads/2016/01/Desain-Multimedia.pdf
http://ulfadwiyuliawati.blogspot.co.id/2016/01/makalah-prinsip-prinsip-penggunaan.html
 

Komentar

  1. jelaskan menurut anda Multimedia yang seperti apa yang cocok digunakan dalam pembelajaran di indonesia ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam hal ini guru haruslah pandai dalam memilih media apa yang sesuai dan cocok digunakan untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Untuk itu beberapa faktor dan kriteria yang perlu diperhatikan oleh guru dalam memilih dan menggunakan media, diantaranya :

      1. Faktor tujuan.

      Media dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan/ dirumuskan

      2. Faktor Efektifitas.

      Dari berbagai media yang ada, haruslah dipilih media yang paling efektif untuk digunakan dan paling tepat/sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan

      3. Faktor kemampuan guru dan siswa.

      Media yang dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan kemampuan yang ada pada guru dan siswa, sesuai dengan pola belajar serta menarik perhatian

      4. Faktor fleksibilitas (Kelenturan), tahan lama dengan kenyataan.

      Dalam memilih media haruslah dipertimbangkan kelenturan dalam arti dapat digunakan dalam berbagai situasi, tahan lama (tidak sekali pakai langsung dibuang), menghemat biaya dan tidak berbahaya sewaktu digunakan.

      5. Faktor kesediaan media.

      Sekolah tidak sama dalam menyediakan berbagai media yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar mengajar. Hal ini sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing sekolah. Misalnya guru membuat sensiri, membuat bersama-sama siswa, membeli, menyewa, dll

      6. Faktor kesesuaian antara manfaat dan biaya.

      Dalam memilih media haruslah dipertimbangkan apakah biaya pengadaannya sesuai dengan manfaat yang didapatkan

      7. Faktor kualitas dan tehnik.

      Dalam pengadaan media, seorang guru harus mempertimbangkan kualitas dari media tersebut, tidak sekedar bisa dipakai. Media yang bernutu/berkualitas bisa tahan lama (tidak mudah rusak), dan sewaktu-waktu digunakan lagi tidak harus mengusahakan yang baru.

      8. Objektifitas.

      Metode dipilih bukan atas kesenangan atau kebutuhan guru, melainkan keperluan sistem belajar. Karena itu perlu masukan dari siswa.

      9. Program pengajaran

      Program pengajaran yang akan disampaikan kepada anak didik harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik menyangkut isi, struktur maupun kedalaman.

      10. Sasaran program

      Media yang akan digunakan harus dilihat kesesuaiannya dengan tingkat pekembangan anak didik, baik dari segi bahasa, simbol-simbol yang digunakan, cara dan kecepatan maupun waktu penggunaannya.

      contohnya poster, bagan, flipchart, grafik, media foto, Overhead Projector, dll

      Hapus
  2. jelaskan beserta contoh mengenai Contiguity

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut Hitipeuw (2009:17) contiguity dapat diartikan sebagai satu rangkaian peristiwa-peristiwa atau hal-hal atau benda-benda yang terus saling terkait satu dengan lainnya. Contiguity dapat juga diartikan sebagai satu kumpulan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling kontak secara fisik sehingga sulit memisahkannya karena antar bagian-bagiannya telah menyatu. Sebagai contohnya Propinsi Jawa Timur (satu kumpulan) terdiri dari kota dan kabupaten (bagian-bagian) namun secara fisik mereka tidak terbagi-bagi atau terpisah tetapi saling berhubungan.
      Contiguity merujuk pada munculnya respon yang segera mengikuti stimulus karena adanya kedekatan simultan (Hitipeuw, 2009:17). Hubungan antara stimulus dan respon bisa terjadi karena keduanya sangat dekat baik dari segi tempo maupun lokasi.
      Menurut Hitipeuw (2009:20) assocition (asosiasi) dalam contiguity adalah suatu prinsip bahwa ide-ide, memori, ataupun pengalaman-pengalaman akan terhubung satu dengan lainnya bila kejadiannya sering bersama-sama dengan yang lain.

      Hapus
  3. Bagaimana cara anda membuat multimedia sehingga dapat menarik minat dan perhatian siswa yang memiliki karakteristik berbeda-beda dengan memperhatikan prinsip koherensi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidaklah efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif maka pembelajaran tersebut tidak ubahnya seperti bermain biasa (Muslim, 2001). Muslim (2001) mengemukakan pengertian PAKEM dari dua dimensi yaitu dimensi guru dan dimensi siswa.

      1. Dari dimensi guru:

      dalam proses belajar mengajar guru aktif dalam memantau kegiatan belajar siswa, memberi umpan balik, mengajukan pertanyaan yang menantang, mempertanyakan gagasan siswa,
      guru harus kreatif dalam mengembangkan kegiatan yang beragam, membuat alat bantu atau media pembelajaran,
      pembelajaran efektif jika guru dapat mencapai tujuan pembelajaran,
      agar pembelajaran menyenangkan guru harus bisa mengemas materi agar lebih mudah dipahami siswa, menggunakan metode pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan materi untuk menarik perhatian siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.

      2. Dari dimensi siswa:

      siswa harus aktif dalam bertanya, mengemukakan gagasan, mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya,
      siswa kreatif dalam menulis /merangkum, merancang atau membuat sesuatu dan menemuakan seseatu yang baru bagi diri siswa,
      keefektifan siswa bisa dilihat dari penguasaan ketrampilan yang dibutuhkan oleh siswa,
      pembelajaran yang menyenangkan dapat membuat siswa berani mencoba atau berbuat, berani bertanya, berani mengemukakan gagasan, berani mempertanyakan gagasan orang lain.

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. menganai Affective dimana jika siswa sudah merasa belajarnya berhasil maka akan timbul rasa ingin belajar lebih lagi yang mana diperlukan motivasi dan sikap siswa tersebut. motivasi dan sikap yang bagaimana yang dimaksud disini padahal terkadang siswa langsung merasa puas dengan keberhasilan belajarnya??


    BalasHapus
    Balasan

    1. Menurut WS. Winkel (1983:27) motivasi belajar siswa merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual, peranannya yang khas adalah gairah atau semangat belajar, sehingga seorang siswa yang bermotivasi kuat, dia akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. Dengan demikian, siswa yang mempunyai motivasi kuat, dia akan mempunyai semangat dan gairah belajar yang tinggi, dan pada gilirannya akan dapat mencapai prestasi belajar yang tinggi.


      Seorang siswa belajar karena didorong oleh kekuatan mentalnya, kekuatan mental itu berupa keinginan, perhatian, kemauan, atau cita-cita, dan kekuatan mental tersebut, dapat tergolong rendah dan tinggi. Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar. Dalam motivasi tergantung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilaku belajar. Setidaknya ada dua komponen utama dalam motivasi, yaitu kebutuhan, dorongan dan tujuan.

      Siswa yang termotivasi, ia akan membuat reaksi-reaksi yang mengarahkan dirinya kepada usaha mencapai tujuan dan akan mengurangi ketegangan yang ditimbulkan oleh tenaga di dalam dirinya. Dengan kata lain, motivasi memimpin dirinya ke arah reaksi-reaksi mencapai tujuan, misalnya untuk dapat dihargai dan diakui oleh orang lain.

      Faktor yang berasal dari luar individu yang berpengaruh terhadap seorang siswa dalam belajar, di antaranya adalah pengaruh dari orang tua. Orang tua, merupakan orang yang pertama kali mendidik anaknya sebelum anak tersebut mendapat pendidikan dari orang lain. Demikian juga dengan hal pemenuhan kebutuhan rohani (intrinsik) dan jasmani (ekstrinsik) bagi seorang anak, maka orang tualah yang bertanggungjawab pertama kali.

      Hapus
  8. Apakah prinsip-prinsip yang anda jelaskan tersebut saling berkorelai/berhubungan? Apakah prinip tersebut harus diterapkan seluruhnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya iya, jika salah satu prinsip saja tidak terpenuhi maka tidak akan berlangsung pembelajaran yang baik dan bermakna

      Hapus
  9. Dari prinsip-prinsip yang telah dijelasskan, adakah prinsip yang sulit untuk diterapkan? dan bahgaimana jika salah satu prinsip tersebut tidak dapat diterapkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 8. Prinsip Perbedaan Individual

      Sebelum guru menentukan strategi pembelajaran, metode, dan teknik guru terlebih dahulu memahami karakteristik siswa dengan baik. Dari keberagaman faktor ,seperti sikap siswa, kemampuan dan gaya belajar,pengetahuan serta kemampuannya dan konteks pembelajaran merupakan komponen yang memberikandampak sangat penting terhadap apa yang sesungguhnya harus siswa pelajari (Killen,1998: 5)

      Dalam pandangan DePorter dan Hernacki (2001: 17) terdapat tiga karakteristik atau modalitas belajar siswa yang perlu diketahui oleh setiap pendidik dalam proses pembelajaran yaitu:

      Visual, yaitu karakter yang cenderung menyukai belajar media gambar secara langsung otak akan mentransfer apa yang ada dalam gambar tersebut untuk diterjemahkan.dan lebih suka melihat peta dari pada mendengar penjelasan.
      Auditorial, yaitu karakter yang cenderung menyukai cara belajar melalui suara atau melihat orang berbicara dan tidak menyukai membaca buku.
      Kinestetik, yaitu karakter yang cenderung cara belajar melalui gerakan anggota badan, cara berfikir lebih baik dengan bergerak dan sulit untk diam.



      Para prinsip ini, guru didorong untuk menggali keunikan, karakteristik, dan potensi yang dimiliki oleh siswa dalam rangka menumbuhkembangkan rasa percaya diri dan berperan aktif selama pembelajaran berlangsung.

      jika salah satu prinsip tersebut tidak dapat diterapkan, maka pembelajaran tidak berlangsung baik dan tidak dapat mencapai tujuan secara sempurna


      Hapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. saya kan menjawab pertanyaan listya :

    tidak, karena bisa saja suatu multimedia hanya menggunakan 1 atau 2 prinsip.

    BalasHapus
  12. apakah prinsip yang ada bisa menggambarkan seberapa efektifnya multimedia yang dibuat untuk pembelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2. Prinsip Transfer dan Retensi

      Berkaitan dengan proses transfer dan retensi terdapat beberapa prinsip yaitu;

      Tujuan belajar dan daya ingat dapat menguasai retensi.
      Bahan yang bermakna bagi pelajar dapat diserap lebih baik.
      Retensi seseorang dipengaruhi oleh kondisi psikis dan fisik dimana proses belajar itu terjadi.
      Latihan yang terbagi-bagi memungkinkan retensi yang lebih baik.
      Penelaahan bahan-bahan factual, keterampilan dan konsep dapat meningkatkan retensi.
      Proses belajar cenderung terjadi bila kegiatan-kegiatan yang dilakukan dapat memberikan hasil yang memuaskan.
      Proses saling mempengaruhi dalam belajar akan terjadi bila bahan baru sama dipelajari mengikuti bahan yang lalu.
      Pengetahuan tentang konsep, prinsip dan menganalisasi dapat diserap dengan baik dan dapat diterapkan lebih berhasil dengan cara menghubungkanpenerapan prinsip yang dipelajari dengan memberikan ilustrasi unsure e-unsur yang serupa.
      Transfer hasil belajar dalam situasi baru dapat lebih mendapat kemudahan bila hubungan-hubungan yang bermanfaat dalam situasi yang khas dan dalam situasi yang agak sama dapat diciptakan.
      Tahap akhir proses belajar seharusnya memasukkan usaha untuk menarik generalisasi, yang pada gilirannya nanti dapat lebih memperkuat retensi dan transfer.

      Hapus
  13. Konsep kunci dari teori ini adalah adanya reinforcement, apa maksud dari reinforcement itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut Wasty Soemanto (2006:129) yang dimaksud dengan pemberian penguatan (reinforcement) adalah suatu respon positif dari guru kepada siswa yang telah melakukan suatu perbuatan yang baik atau berprestasi. Pemberian penguatan (reinforcement) ini dilakukan oleh guru dengan tujuan agar siswa dapat lebih giat berpartisipasi dalam interaksi belajar mengajar dan mengajar dan siswa agar mengulangi lagi perbuatan yang baik itu.
      Menurut Moh. Uzer Usman (1990 : 80) penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respon, apakah bersifat verbal ataupun nonverbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik (feet back) bagi sipenerima (siswa) atas perbuatannya sebagai suatu tindakan dorongan ataupun koreksi. Penguatan dikatakan juga sebagai respon terhadap tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya tingkah laku tersebut. Tindakan tersebut dimaksudkan untuk mengganjar atau membesarkan hati siswa agar mereka lebih giat berpartisipasi untuk interaksi dalam belajar mengajar.
      Menurut Skinner (J.W. Santrock, 2007: 272) unsur yang terpenting dalam belajar adalah adanya penguatan (reinforcement ) dan hukuman (punishment).Penguatan dan Hukuman. Penguatan (reinforcement) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. Sebaliknya, hukuman (punishment) adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku.

      Hapus
  14. bisa anda jelaskan media seperti apakah yang cocok untuk salah satu prinsip e-learning yang sesuai ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan teknologi informasi : (a) arus informasi tetap mengalir setiap waktu tanpa ada batasan waktu dan tempat (b)kemudahan mendapatkan resource yang lengkap (c) aktifitas pembelajaran pelajar meningkat (d) daya tampung meningkat (e) adanya standardisasi pembelajaran (f)meningkatkan learning outcomes baik kuantitas/kualitas. Peran media internet (tentu saja media komputer yang menjadi perangkat utamanya) semakin meningkat pesat dari waktu ke waktu. Maka diperkirakan mesin jenius ini akan menjadi kebutuhan dominan yang tak terlupakan dalam kehidupan manusia pada masa-masa mendatang. Di dunia serba digital saat ini, internet bagi manusia, meluncur dan tumbuh subur menjadi sebuah kebutuhan. Internet memang memudahkan pelajar mendapatkan segala informasi yang berhubungan dengan dunia pendidikan (pelajaran). Tapi pada internet juga terdapat liang raksasa, bagai rahang yang akan mengunyah para pelajar dengan situs-situs pornografi, kekerasan, dan hal-hal negatif lainnya. Meskipun dalam diri mereka terjadi tarik menarik yang dahsyat antara kepentingan yang baik (positif) dengan buruk (negatif). Namun pada akhirnya, kekuatan negatif cenderung lebih bertaring untuk mencengkram cara berpikir dan berprilaku para remaja tersebut. Maka untuk menghempangnya (paling tidak untuk meminimalisirnya), usaha untuk memaksimalkan manfaat internet sebagai media pendidikan harus lebih dilakukan. Harus, dan harus! Apalagi muaranya, hendak meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mutu pendidik dan anak didik.

      Hapus
  15. Pada prinsip sinyal materi disertai penekanan yang relevan. penekanan relevan seperti apa ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada prinsip sinyal materi disertai penekanan yang relevan. Bisa menggunakan warna, animasi dan lain - lain untuk menunjukkan penekanan,
      highlight atau pusat perhatian (focus of interest).

      Hapus

Posting Komentar