LANDASAN
TEORITIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
1. Pengertian Media
Secara
harfiah, kata media berasal dari bahasa latin medium yang memiliki arti
“perantara” atau “pengantar”. Menurut Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Guruan
(Association for Education and Communication Technology/AECT) mendefinisikan
media sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau
dibicarakan beserta instrument yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan
belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas program instruksional. Media
merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari
komunikator menuju komunikan. Jadi, Media pembelajaran adalah segala sesuatu
yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga
dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa/anak-anak dalam
kegiatan belajar dalam mencapai tujuan belajar.
Media
pendidikan , tentu saja media yang digunakan dalam proses dan untuk mencapai
tujuan pendidikan. Pada hakekatnya media pendidikan juga merupakan media
komunikasi, karena proses pendidikan juga merupakan proses komunikasi. Apabila
kita bandingkan dengan media pembelajaran, maka media pendidikan sifatnya lebih
umum, sebagaimana pengertian pendidikan itu sendiri. Sedangkan media
pembelajaran sifatnya lebih mengkhusus, maksudnya media pendidikan yang secara
khusus digunakan untuk mencapai tujuan belajar tertentu yang telah dirumuskan
secara khusus. Tidak semua media pendidiikan adalah media pembelajaran, tetapi
setiap media pembelajaran pasti termasuk media pendidikan.
Apa pula
bedanya dengan alat peraga, alat bantu guru (teach¬ing aids), alat bantu audio
visual (AVA), atau alat bantu belajar yang selama ini sering juga kita dengar?
Pada dasamya, semua istilah itu dapat kita masukkan dalam konsep media, karena
konsep media merupakan perkembangan lebih lanjut dari konsep konsep tersebut. Alat peraga
adalah alat (benda) yang digunakan untuk memperagakan fakta, konsep, prinsip
atau prosedur tertentu agar tampak lebih nyata/ konkrit. Alat bantu adalah alat
(benda) yang digunakan oleh guru untuk mempermudah tugas dalam mengajar. Audio
Visual Aids (AVA) mempunyai pengertian dan tujuan yang sama hanya saja
penekanannya pada peralatan audio dan visual. Sedangkan alat bantu
belajarpenekanannya pada fihak yang belajar (pembelajar). Semua istilah
tersebut, dapat kita rangkum dalam satu istilah umum yaitu media pembelajaran.
Satu konsep
lain yang sangat berkaitan dengan media pembelajaran adalah istilah sumber
belajar. Bagaimana kaitan antara media belajar dengan sumber belajar?
Sebagaimana telah dibahas di muka, sumber belajar memiliki cakupan yang lebih
luas daripada media belajar. Sumber belajar bisa berupa pesan, orang, bahan,
alat, teknik clan latar/lingkungan. Apa yang dinamakan me¬dia sebenarnya adalah
bahan dan alat belajar tersebut. Bahan sering disebut perangkat lunak software,
sedangkan alat juga disebut sebagi perangkat keras hardware. Transparansi,
program kaset audio dan program video adalah beberapa contoh bahan belajar.
Bahan belajar tersebut hanya bisa disajikan jika ada alat, misalnya berupa OHP,
Radio kaset clan Video player. Jadi salah satu atau kombinasi perangkat lunak
(bahan) dan perangkat keras (alat) bersama sama dinamakan media. Dengan
demikian, jelaslah bahwa media pembelajaran merupakan bagian dari sumber
belajar.
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat
menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secar terencana sehingga
tercipta lingkungan belajar yang kondusif di mana penerimanya dapat melakukan
proses belajar secara efisien dan efektif (Rosyada Dede, 2008:8). Menurut
Latuheru dalam Hamdani (2005) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah
bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan
maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi dengan guru dan siswa dapat
berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna. Definisi ini sejalan dengan definisi yang disampaikan
oleh Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association of Education and
Communication Tecnology) di Amerika, yaitu segala bentuk dan saluran yang
digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi. Scram (1973) dalam
Wilkinson juga mengemukakan tentang kemampuan dari media yang dipakai dalam
proses pembelajaran bahwa :
Kemampuan media tersebut termasuk menggantikan pengajaran
berbagai subjek tanpa suatu pengajaran di kelas ddengan pengalaman belajar
tambahan member latihan yang terarah dan interaktif, dan dalam hal-hal
tertentu, menawarkan kesempatan baru untuk belajar dan pembelajaran secara
mandiri. Berdasarkan definisi-definisi tersebut terlihat bahwa
studi tentang media dalam konteks pembelajaran ini bukanlah studi tentang
hal-hal yang menyangkut teknis dan mekanis, karena pembelajaran bagian dari
ilmu pendidikan. Pembelajaran juga tidak hanya sekedar memberikan materi saja
akan tetapi dapat memberikan pengalaman baru dalam proses pembalajaran yang
melibatkan mahasiswa secara aktif.
Media
pendidikan , tentu saja media yang digunakan dalam proses dan untuk mencapai
tujuan pendidikan. Pada hakekatnya media pendidikan juga merupakan media
komunikasi, karena proses pendidikan juga merupakan proses komunikasi. Apabila
kita bandingkan dengan media pembelajaran, maka media pendidikan sifatnya lebih
umum, sebagaimana pengertian pendidikan itu sendiri. Sedangkan media
pembelajaran sifatnya lebih mengkhusus, maksudnya media pendidikan yang secara
khusus digunakan untuk mencapai tujuan belajar tertentu yang telah dirumuskan
secara khusus. Tidak semua media pendidiikan adalah media pembelajaran, tetapi
setiap media pembelajaran pasti termasuk media pendidikan.
Apa pula
bedanya dengan alat peraga, alat bantu guru (teach¬ing aids), alat bantu audio
visual (AVA), atau alat bantu belajar yang selama ini sering juga kita dengar?
Pada dasamya, semua istilah itu dapat kita masukkan dalam konsep media, karena
konsep media merupakan perkembangan lebih lanjut dari konsep konsep tersebut. Alat peraga
adalah alat (benda) yang digunakan untuk memperagakan fakta, konsep, prinsip
atau prosedur tertentu agar tampak lebih nyata/ konkrit. Alat bantu adalah alat
(benda) yang digunakan oleh guru untuk mempermudah tugas dalam mengajar. Audio
Visual Aids (AVA) mempunyai pengertian dan tujuan yang sama hanya saja
penekanannya pada peralatan audio dan visual. Sedangkan alat bantu belajarpenekanannya
pada fihak yang belajar (pembelajar). Semua istilah tersebut, dapat kita
rangkum dalam satu istilah umum yaitu media pembelajaran.
Satu konsep
lain yang sangat berkaitan dengan media pembelajaran adalah istilah sumber
belajar. Bagaimana kaitan antara media belajar dengan sumber belajar?
Sebagaimana telah dibahas di muka, sumber belajar memiliki cakupan yang lebih
luas daripada media belajar. Sumber belajar bisa berupa pesan, orang, bahan,
alat, teknik clan latar/lingkungan. Apa yang dinamakan me¬dia sebenarnya adalah
bahan dan alat belajar tersebut. Bahan sering disebut perangkat lunak software,
sedangkan alat juga disebut sebagi perangkat keras hardware. Transparansi,
program kaset audio dan program video adalah beberapa contoh bahan belajar. Bahan
belajar tersebut hanya bisa disajikan jika ada alat, misalnya berupa OHP, Radio
kaset clan Video player. Jadi salah satu atau kombinasi perangkat lunak (bahan)
dan perangkat keras (alat) bersama sama dinamakan media. Dengan demikian,
jelaslah bahwa media pembelajaran merupakan bagian dari sumber belajar. Dengan
demikian, kalau saat ini kita mendengar kata media, hendaklah kata tersebut
diartikan dalarn pengertiannya yang terakhir, yaitu meliputi alat bantu guru
dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan
belajar ( siswa ). Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media belajar dalam hal
hal tertentu, bisa mewakili guru menyajikan informasi belajar kepada siswa.
2.
Landasan Teoritis Penggunaan Media
Pembelajaran
Pemerolehan
pengetahuan dan ketrampilan, perubahan - perubahan sikap dan perilaku dapat
terjadi karena interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang pernah
dialami sebelumnya. Menurut Brunner dalam Media Pembelajaran mengatakan “ada 3
tingkatan utama modus belajar, yaitu : pengalaman langsung (enactive),
pengalaman pictorial / gambar (iconic), dan pengalaman abstrak (symbolic).” Ketiga
tingkatan pengalaman itu saling berinteraksi dalam upaya memperoleh pengetahuan,
ketrampilan, dan sikap yang baru. Agar proses
belajar mengajar dapat berhasil dengan baik, siswa sebaiknya diajak untuk
memanfaatkan semua alat inderanya. Guru berusaha untuk menampilkan rangsangan
atau stimulus yang dapat diproses dengan berbagai indera. Semakin banyak alat
indera yang digunakan untuk menerima dan mengolah informasi semakin besar
kemungkinan informasi tersebut dimengerti dan dapat dipertahankan dalam
ingatan. Dengan demikian, siswa diharapkan dapat menerima dan menyerap dengan
baik dan mudah pesan-pesan dalam materi yang disajikan.
3. Perkembangan Konsepsi Media Pembelajaran
Pada
awal sejarah pendidikan, guru merupakan satu satunya sumber untuk memperoleh
pelajaran. Dalam perkembangan selanjutnya, sumber belajar itu kemudian
bertambah dengan adanya buku. Pada masa itu kita mengenal tokoh bernama Johan
Amos Comenius yang tercatat sebagai orang pertama yang menulis buku bergambar
yang ditujukan untuk anak sekolah. Buku tersebut berjudul Orbis Sensualium
Pictus (Dunia Tergambar) yang diterbitikan pertama kali pada tahun 1657.
Penulisan buku itu dilandasi oleh suatu konsep dasar bahwa tak ada sesuatu
dalam akal pikiran manusia, tanpa terlebih dahulu melalui penginderaan. Dari
sinilah para pendidik mulai menyadari perlunya sarana belajar yang dapat
memberikan rangsangan dan pengalaman belajar secara menyeluruh bagai siswa
melalui semua indera, terutama indera pandang dengar. Kalau
kita amati lebih cermat lagi, pada mulanya media pembelajaran hanyalah dianggap
sebagai alat untuk membantu guru dalam kegiatan mengajar (teaching aids). Alat
bantu mengajar yang mula mula digunakan adalah alat bantu visual seperti
gambar, model, grafis atau benda nyata lain. Alat alat bantu itu dimaksudkan
untuk memberikan pengalaman lebih konkrit, memotivasi serta mempertinggi daya
serap dan daya ingat siswa dalam belajar.
Sekitar
pertengahan abad 20 usaha pemanfaatan alat visual mulai dilengkapi dengan
peralatan audio, maka lahirlah peralatan audio visual pembelajaran. Usaha usaha
untuk membuat pelajaran abstrak menjadi lebih konkrit terus dilakukan. Dalarn
usaha itu, Edgar Dale membuat klasifikasi 11. Tingkatan pengalaman belajar dari
yang paling konkrit sampai yang paling abstrak. Klasifikasi tersebut kemudian
dikenal dengan nama "Kerucut Pengalaman" (Cone of Experience) dari
Edgar Dale. Ketika itu, para pendidik sangat terpikat dengan kerucut pengalaman
itu, sehingga pendapat Dale tersebut banyak dianut dalam pemilihan jenis media
yang paling sesuai untuk memberikan pengalaman belajar tertentu pada siswa.
verba(1)
simbol visual (2)
radio (3)
film (4)
tv (5)
karya wisata (6)
demonstrasi (7)
partisipasi (8)
observasi (9)
/Z ~Pengalaman langsung kongkrit
(10)
Gambar Kerucut pengalaman Edgar Dale
4.
Fungsi Media
Fungsi
utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut
mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan
oleh guru. Penggunaan media pengajaran pada tahap orientasi pengajaran akan
sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi
pelajaran pada saat itu. Disamping membangkitkan motivasi dan minat peserta
didik, media pembelajaran juga dapat membantu peserta didik meningkatkan
pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran
data, dan memadatkan informasi .
Sumber:
http://eprints.uny.ac.id/9930/2/BAB%202%20-%2005208244044.pdf
http://sir.stikom.edu/632/5/BAB%20II.pdf
http://eprints.walisongo.ac.id/4118/3/133911173_bab2.pdf
https://apri76.files.wordpress.com/2008/09/media-pembelajaran.doc
http://sir.stikom.edu/632/5/BAB%20II.pdf
http://eprints.walisongo.ac.id/4118/3/133911173_bab2.pdf
https://apri76.files.wordpress.com/2008/09/media-pembelajaran.doc
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22066/3/Chapter%20II.pdf

Jelaskan mengapa media pembelajaran itu penting?dan media yang baik itu seperti apa?
BalasHapusDengan adanya media pembelajaran maka tradisi lisan dan tulisan dalam proses pembelajaran dapat diperkaya dengan berbagai media pembelajaran. Dengan tersedianya media pembelajaran, guru pendidik dapat menciptakan berbagai situasi kelas, menentukan metode pengajaran yang akan dipakai dalam situasi yang berlainan dan menciptakan iklim yang emosional yang sehat diantara peserta didik. Bahkan alat/media pembelajaran ini selanjutnya dapat membantu guru membawa dunia luar ke dalam kelas. Dengan demikian ide yang abstrak dan asing (remote) sifatnya menjadi konkrit dan mudah dimengerti oleh peserta didik. Bila alat/media pembelajaran ini dapat di fungsikan secara tepat dan proforsional, maka proses pembelajaran akan dapat berjalan efektif.
HapusDalam pembelajaran, alat atau media pendidikan jelas diperlukan. Sebab alat/ media pembelajaran ini memiliki peranan yang besar dan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan.
Kegunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar diantaranya;
1. Media Pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan supaya tidak terlalu verbalitas (dalam bentuk kata-kata tertulis atau hanya kata lisan)
2. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, misalnya;
objek yang terlalu besar – bisa digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, film, atau model.
objek yang kecil – dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar.
gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography.
kejadian atau peristiwa yang terjadi dimasa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, atau foto.
objek yang terlalu kompleks, dapat disajikan dengan model, diagram atau melalui program komputer animasi.
konsep yang terlalu luas (gempa bumi, gunung beapi, iklim, planet dan lain-lain) dapat divisualisasikan dalam bentuk film, gambar dan lain-lain.
3. Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk;
menimbulkan motivasi belajar
memungkinkan interaksi langsung antara anak didik dengan lingkungan secara seperti senyatanya.
memungkinkan peserta didik belajar mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
4. Dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda diantara peserta didik, sementara kurikulum dan materi pelajaran di tentukan sama untuk semua peserta didik.hal ini dapat diatasi dengan media pendidikan yaitu;
memberikan perangsang yang sama
mempersamakan pengalaman
menimbulkan persepsi yang sama
Sementara itu Abu Bakar Muhammad, berpendapat bahwa kegunan alat/ media pembelajaran itu antara lain adalah 1) mampu mengatasi kesulitan-kesulitan dan memperjelas materi pelajaran yang sulit, 2) mampu mempermuda pemahaman dan menjadikan pelajaran lebih hidup dan menarik, 3) merangsang anak untuk bekerja dan menggerakkan naluri kecintaan menelaah (belajar) dan menimbulkan kemauan keras untuk mempelajarai sesuatu, 4) membantu pembentukan kebiasaan, melahirkan pendapat, memperhatikan dan memikirkan suatu pelajaran serta, 5) menimbulkan kekuatan perhatian (ingatan) mempertajam indera, melatihnya, memperluas perasaan dan kecepatan dalam belajar.
Dengan demikian, apabila pembelajaran memanfaatkan lingkungan sebagai alat/ media pembelajaran dalam proses belajar mengajar maka peserta didik akan memiliki pemahaman yang bagus tentang materi yang didapatkan, sehingga besar kemunkinan dengan memperhatikan alat/ media pengajaran itu tujuan pembelajaran akan tercapai dengan efektif dan efisien. Variasi dalam pembelajaran dengan menjadikan lingkungan sebagai media belajar menyenangakan akan mendukung pelajaran yang tidak membosankan bahkan menjadikan belajar semakin efektif.
Terdapat beberapa jenis media pembelajaran diantaranya Media audio, Media visual dan Media audio visual. jelaskan manfaat ketiga media tersebut dalam pembelajaran?
BalasHapusKelebihan media audio, Sadiman ( 2005 :50 ), adalah :
HapusHarga murah dan variasi program lebih banyak dari padadi TV.
Dapat digunakan bersama-sama dengan alat perekam radio, sehingga dapat diulang atau diputar kembali
Sifatnya mudah dipindahkan
Dapat merangsang partisipasi aktif pendengaran sisiwa, serta dapat mengembangkan daya imajinasi seperti menulis, menggambar dan sebagainya.
Dapat memusatkan perhatian siswa membaca puisi seperti sastra, menggambar musik dan bahasa
Manfaat media visual dalam pembelajaran sebagai berikut:
1. Media visual dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda tergantung dari factor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak,seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong,dan sebagainya.media pembelajaran dapat mengatasi hal tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke objek langsung yang dipelajari.maka obyeknyalah yang di bawa ke peserta didik. Obyek yang di mkasud bias dalam bentuk nyata, miniature,model, maupun bentuk gambar-gambaryang dapat disajikan secara audio visual dan audial.
2. Media visual memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.
3. Media visual dapat menanamkan konsep dasar,yang benar ,konkrit dan realistiskan.
4. Media visual membangkiktan .keinginan dan minat baru
5. Media visual akan mengakibatkan perubahan efektif ,kognitif dan psikomotorik
6. Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.
Dengan demikian media visual sangatlah berperan penting dalam proses belajar mengajar.karena media visual memiliki peran yaitu memudahkan dalam penyampaian materi kepada peserta didik .peserta didik akan terbantu dalam memahami materi yang komplek. Pemanfaatan media visual juga berperan bagi peserta didik.
Beberapa kelebihan atau kegunaan media Audio-Visual pembelajaran sama dengan pengajaran audio visual yaitu :
Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka)
Mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti :
Objek yang terlalu besar digantikan dengan realitas, gambar, film bingkai, film atau model.
Objek yang kecil di bantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film atau gambar.
Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan tame lapse atau high speed photography
Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal.
Obyek yang terlalu kompleks (mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram dan lain-lain.
Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim dan lain-lain) dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar dan lain-lain.
Kelebihannya yaitu, memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis dan mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya indera.
Pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk proses pelaksanaan pembelajaran dan proses berpikir siswa. Coba anda sebutkan manfaat positif dari penggunaan media
BalasHapussebagai bagian integral pengajaran di kelas itu apa saja!
Media pengajaran digunakan dalam rangka upaya peningkatan atau mempertinggi mutu proses kegiatan belajar-mengajar. Oleh karena itu harus diperhatikan prinsip-prinsip penggunaanya antara lain:
HapusPenggunaan media pengajaran hendaknya dipandang sebagai bagian integral dari suatu sistem pengajaran dan bukan hanya sebagai alat bantu yang berfungsi sebagai tambahan yang digunakan bila dianggap perlu dan hanya dimanfaatkan sewaktu-waktu.
Media pengajaran hendaknya dipandang sebagai sumber belajar yang digunakan dalam usaha memecahkan masalah yang dihadapi dalam proses belajar-mengajar.
Guru hendaknya benar-benar menguasai teknik-teknik dari suatu media pengajaran yang digunakan.
Guru seharusnya memperhitungkan untung ruginya pemanfaatan suatu media pengajaran.
Penggunaan media pengajaran harus diorganisir secara sistematis bukan sembarang mengunakannya.
Jika sekiranya suatu pokok bahasan memerlukan lebih dari macam media, maka guru dapat memanfaatkan multi media yang menguntungkan dan memperlancar proses belajar-mengajar dan juga dapat merangsang siswa dalam belajar.
bisakah anda menjelaskan lebih lagi mengenai gambar kerucut diatas??
BalasHapusDale dalam Kerucut Pengalaman Dale (Dale’s Cone Experience) mengatakan:
Hapus“hasil belajar seseorang diperoleh melalui pengalaman langsung (kongkrit), kenyataan yang ada dilingkungan kehidupan seseorang kemudian melalui benda tiruan, sampai kepada lambang verbal (abstrak). Semakin keatas puncak kerucut semakin abstrak media penyampai pesan itu. Proses belajar dan interaksi mengajar tidak harus dari pengalaman langsung, tetapi dimulai dengan jenis pengalaman yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kelompok siswa yang dihadapi dengan mempertimbangkan situasi belajar”. Pengalaman langsung akan memberikan informasi dan gagasan yang terkandung dalam pengalaman itu, oleh karena ia melibatkan indera penglihatan, pendengaran, perasaan, penciuman, dan peraba”.
Dale berkeyakinan bahwa symbol dan gagasan yang abstrak dapat lebih mudah dipahami dan diserap manakala diberikan dalam bentuk pengalaman konkrit. Kerucut pengalaman merupakan awal untuk memberikan alasan tentang kaitan teori belajar dengan komunikasi audiovisual. Pengalaman Langsung (Direct – Purposeful Experiences)
Dasardari pengalaman kerucut Dale ini adalah merupakan penggambaran realitas secara langsung sebagai pengalaman yang kita temui pertama kalinya. Ibarat ini seperti fondasi dari kerucut pengalaman ini, dimana dalam hal ini masih sangat konkrit.Dalam tahap ini pembelajaran dilakukan dengan cara memegang, merasakan atau mencium secara langsung materi pelajaran. Maksudnya seperti anak Taman Kanak-Kanak yang masih kecil dalam melakukan praktik menyiram bunga. Disini anak belajar dengan memegang secara langsung itu seperti apa, kemudian menyiramkannya kepada bunga.
Adakah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilihan suatu media pembelajaran?
BalasHapusKetika menggunakan atau membuat media pembelajaran, hal yang perlu diperhatikan oleh guru adalah memilih media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam memilih media pembelajaran yaitu:
HapusSesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai.
Tepat untuk mendukung isi pelajaran.
Praktis, luwes, dan bertahan.
Guru terampil menggunakannya.
Pengelompokkan sasaran.
Mutu teknis
Menurut Nana Sudjana (2002: 4-5), dalam memilih media untuk kepentingan pengajaran sebaiknya memperhatikan kriteria sebagai berikut.
Ketepatan dengan tujuan pengajaran; artinya media pengajaran dipilih berdasarkan tujuan intruksional pembelajaran yang telah ditetapkan.
Dukungan terhadap isi bahan pengajaran; artinya media yang digunakan harus mampu memberikan bahan pengajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi.
Kemudahan memperoleh media; artinya media yang dipergunakan mudah diperoleh yaitu media pembelajaran mudah dibuat oleh pengajar, tidak memerlukan waktu dan biaya yang banyak dalam proses pembuatannya.
Keterampilan guru dalam menggunakannya; ini merupakan faktor penting dalam proses pemanfaatan media pembelajaran, karena dengan adanya keterampilan seorang guru dalam menggunakan media pembelajaran, maka proses pembelajaran akan berjalan lancar dan efektif.
Tersedia waktu untuk menggunakannya; sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung.
Sesuai dengan taraf berpikir siswa; dalam memilih media harus memperhatikan kesesuaian media yang digunakan terhadap pengguna media, dalam hal ini media harus sesuai dengan pola berfikir dan tingkat berfikir siswa, agar dapat menarik minat dan mudah untuk dimengerti.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussaya akan menjawab pertanyaan aan:
BalasHapusmedia sangat diperlukan dalam proses belajar-mengajar karena media merupakan alat bantu kita sebagai pengajar agar bahasan yang kita berikan efektif.
terimakasih atas jawabannya
Hapusjelaskan beserta contoh mengapa multimedia pembelajaran sangat diperlukan?
BalasHapusUntuk mengetahui peranan media dalam pembelajaran. Kita dapat menganalisis model sistem pengembangan pembelajaran. Dalam model pengembangan pembelajaran, interaksi guru dan siswa dengan menggunakan media dan sumber-sumber belajar siswa (media) dapat digambarkan sebagai berikut.
HapusPengajaran dilakukan untuk memfasilitasi pembelajaran, melalui penataan informasi dan lingkungan. Proses transmisi informasi dari suatu sumber ke suatu tujuan disebut komunikasi. Karena pembelajaran biasanya bergantung pada penyerapan informasi baru, pengajaran yang efektif tidak akan terlaksana kecuali terjadi komunikasi. Oleh karena itu kita perlu mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan komunikasi sehingga media pengajaran dapat digunakan secara efektif.
Banyak model visual dan matematis telah dikembangkan untuk menjelaskan proses komunkasi. Model yang disederhanakan berguna untuk mengidentifikasi dan menganalisis tahap-tahap penting komunikasi pengajaran. Model tersebut adalah sebagai berikut: suatu pesan (misalnya ciri-ciri fisik gelombang transversal) dipilih oleh sumber informasi (guru atau siswa). Pesan itu dikirim melalui saluran atau medium (misalnya kata-kata yang diucapkan, gambar gelombang di papan tulis, atau bahan tercetak). Pesan itu kemudian diterima siswa atau guru, merangsang pikirannya, lalu ia melakukan interpretasi terhadap pesan itu (Gambar 2).
Model di atas berlaku juga dalam situasi saat siswa sendiri yang memilih isi pesan. Sebagai contoh, bila siswa pergi ke perpustakaan untuk memilih bahan yang akan dipelajari, pesan itu ada di dalam bahan itu, selanjutnya diterima dan diinterpretasikan siswa.
Landasan Filosofis
BalasHapusAda suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil dari teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Bisa dikatakan, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Tetapi, siswa harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi.
Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.
Landasan Psikologis
Landasan psikologis penggunaan media pembelajaran ialah ystem atau rasional mengapa media pembelajaran dipergunakan ditinjau dari kondisi pembelajar dan bagaimana proses belajar itu terjadi. Perubahan perilaku itu dapat berupa bertambahnya pengetahuan, diperolehnya ketrampilan atau kecekatan dan berubahnya sikap seseorang yang telah belajar. Pengetahuan dan pengalaman itu diperoleh melalui pintu gerbang alat indera pebelajar karena itu diperlukan rangsangan (menurut teori Behaviorisme) atau informasi (menurut teori Kognitif), sehingga respons terhadap rangsangan atau informasi yang telah diproses itulah hasil belajar diperoleh.
Landasan Historis
Yang dimaksud dengan landasan historis media pembelajaran ialah rational penggunaan media pembelajaran ditinjau dari sejarah konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran. Perkembangan konsep media pembelajaran sebenarnya bermula dengan lahirnya konsepsi pengajaran visual atau alat bantu visual sekitar tahun 1923. Yang dimaksud dengan alat bantu visual dalam konsepsi pengajaran visual ini adalah setiap gambar, model, benda atau alat yang dapat memberikan pengalaman visual yang nyata kepada pebelajar.
Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol.
Landasan Empirik
Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Pebelajar yang memiliki gaya visual akan lebih mendapat keuntungan dari penggunaan media visual, seperti film, video, gambar atau diagram; sedangkan pebelajar yang memiliki gaya belajar auditif lebih mendapatkan keuntungan dari penggunaan media pembelajaran auditif, seperti rekaman, radio, atau ceramah guru.
terimakasih atas tambahannya
HapusBerdasarkan postingan diatas media apa saja yang anda ketahui dalam pelaksanaan belajar mengajar?
BalasHapusTaksomi media menurut Rudi Bretz sebagaimana dikutip oleh Arif Sadiman (1993:20) yang membagi ke dalam 8 klasifikasi, yakni:
Hapus1. Media audio visual gerak.
2. Media audio visual diam.
3. Media audio semi gerak.
4. Media visual gerak.
5. Media visual diam.
6. Media visual semi gerak.
7. Media audio.
8. Media cetak.